banner-pagerev

Sejarah

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PESANTREN JANNATUL FIRDAUS

Pondok Pesantren terpadu Jannatul firdaus merupakan sebuah Lembaga Pendidikan islam swasta (non pemerintah) yang  didirikan oleh Abuya Tgk. H. Syarifuddin Assingkily, M.A tahun 2001, dengan sistem kurikulum terpadu yaitu dengan memadukan sistem Modern (dalam kelas) dan salafi (metode pembelajaran dengan kitab – kitab klasik) dengan Program Bahasa Arab dan Inggris serta Program Tahfidz secara terpisah.

Abuya Tgk. H. Syarifuddin Assingkily dahulunya bersekolah di pesantren Darussa’adah kota fajar selama 10 tahun, kemudian beliau melanjutkan pendidikanya di Universitas Al-azhar Kairo, Mesir, dan Aligharh Muslim University India,disamping beliau aktif dalam Perkuliahan Beliau selalu menjadi pemimpin Para Jamaah Haji Indonesia selama kurang lebih 20 tahun, sepulangnya abuya dari Masa studinya abuya ditawarkan beberapa tanah untuk dikelola dan dijadikan pesantren, akan tetapi abuya menentukan pilihanya sendiri untuk mendirikan pesantren dan Alhamdulillah seluruh tanah yg ditwarkan kepada abuya telah menjadi Pesantren.

Tanah Pondok pesantren Jannatul firdaus sendiri merupakan tanah yang dibeli oleh abuya, dari seorang non muslim yang menawarkan tanahnya dikarenakan konflik di Aceh kala itu. Nama Pesantren Sendiri terispirasi dari sebuah Toko Buku Abuya yaitu Toko Buku dan Kitab Firdaus yang berada semasa abuya kuliah dan dikembangkan di Aceh Selatan waktu itu.

Pondok pesantren Terpadu Jannatul firdaus terletak di Jalan Nyak adam kamil No. 10 A Kota Subulussalam Kec. Simpang kiri, Provinsi Aceh, lokasi pesantren sangat menguntungkan karena berada di tengah tengah kota Subulussalam, yang mana hal tersebut mempermudah komunikasi, baik dengan instansi pemerintah maupun dengan masyarakat luas.

Sebagai Jenis pesantren Terpadu, santri pondok pesantren Jannatul firdaus, dididik untuk berfikiran terbuka dan moderat, tanpa menghilangkan unsur peran islam. Disiplin, dan kesederhanaan diaplikasikan dalam kegiatan sehari – hari di lingkungan pesantren.

Di pondok pesantren Jannatul firdaus, pengelolaan pendidikan, dan pengajaran, serta kegiatan santri sehari – hari dilaksanakan oleh para guru/asatidz dengan latar pendidikan pesantren, yang sebagian besar tinggal di asrama, dan secara penuh mengawasi serta membimbing santri dalam proses kegiatan belajar mengajar dan kepengasuhan santri.

Visi : Mencetak manusia yang muttafaqah fiddin untuk menjadi kader pemimpin ummat/bangsa.

Misi : Mendidik kader-Kader umat dan bangsa yang ber-tafaqqah fiddin, para ulama, zuama dan aghniya, cendikiawan muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, berpengetahuan luas, sehat jasmani dan rohani, serta terampil dan ulet

Pola dasar pendidikan : dalam upaya tercapainya pendidikan, Pondok pesantren Jannatul firdaus menerapkan pola dasar pendidikan yang meliputi :

Panca Jiwa, Panca jiwa adalah pendidikan yang ditanamkan kepada setiap santri untuk membentuk kepribadianya :

  • Jiwa keikhlasan
  • Jiwa kesederhanaan
  • Jiwa berdikara (mandiri)
  • Jiwa Ukhuwah Islamiyyah
  • Jiwa bebas merdeka

 

Adapun motto pondok pesantren jannatul firdaus adalah :

  • Berbudi tinggi
  • Berbadan sehat
  • Berpengetahuan luas
  • Berfkiran bebas